13 Tips Menulis Lagu

Tips ini ditwit oleh @gatrawardaya 24 Des 2012 10:43 dan akan saya jelaskan dengan lebih rinci dan sederhana. Selamat menyimak!

[1] Berhentilah berniat mau menulis lagu. Lakukan sekarang juga.

Niat tanpa realisasi hanya akan menjadi wacana, wacana, wacana, dan wacana… *tertidur*

[2] Dengarkan banyak referensi lagu dari berbagai macam genre musik.

Semakin banyak referensi yang kita miliki, pengetahuan kita makin kaya. Pelajari sejarahnya; kita dapat mengetahui fungsi asli musik tersebut, latar belakang terbentuknya, dan tokoh-tokoh di baliknya. Jangan fanatik pada satu jenis musik saja. Namun jangan pula asal membuat gabungan dari beberapa jenis musik hingga seakan-akan musiknya terkesan ngawur asal campur.

[3] Pelajari teknik bermusik.

Tidak harus sekolah musik kok. Hanya saja dengan menguasai teknik bermusik akan mempermudah dalam membuat lagu. Teknik itu adalah teknik pada instrumen (instrumen pegangan kita atau mempelajari organologi instrumen lain yang tidak kita kuasai sebelumnya), teknik komposisi (harmoni, melodi, ritmis, tekstur, bentuk lagu, dsb.), teknik menyampaikan karya kepada pemain (partitur, rekaman sederhana, atau secara lisan), hingga teknik membawakan karya di panggung (gesture, mimik wajah, sikap, dsb.).

[4] Bersiaplah jika inspirasi datang.

Bawa selalu alat tulis atau alat perekam (telepon gengggam atau perekam sederhana) sehingga kita bisa mendokumentasikan inspirasi yang datang. Dengan demikian kita tidak kehilangan inspirasi ketika kita di jalan, di sekolah, dan bahkan di kamar mandi saat semedi… 😛 Kalau tidak terbiasa mencatat, gunakan ingatan sebaik mungkin. Yang terakhir ini sangat berisiko. Pernah suatu ketika saya tak mampu mengingat, akibatnya di malam hari saya tak bisa tidur nyenyak dan makan pun tak enak… *halah*

[5] Kembangkan inspirasi yang kita dapatkan dengan modal kekayaan referensi dan teknik bermusik kita.

Olah menjadi kerangka utama karya. Tidak ada rumus pasti dalam pembuatan kerangka utama. Buatlah apa yang kamu mau.

[6] Set the mood.

Selaraskan musik kamu dengan mood dari lagu yang mau dibuat; apakah sedih, senang, marah, dll. Gak asik kan kalau kita bikin musik buat nyenengin pacar tapi kedengaran seperti orang marah… hihihihi

[7] Sampaikan pesanmu melalui musikmu.

Lagu yang bermakna adalah lagu yang menyampaikan sesuatu kepada pendengar, tidak hanya sekedar “bicara sendiri.” Dengan demikian, jika musikmu instrumental (tanpa lirik), buat musikmu menyampaikan apa yang ingin kamu sampaikan melalui nada, harmoni, ritmis, dan tekstur. Jika lagumu berlirik, tulis lirik yang meyampaikan pesan spesifik dan dalam. Jangan yang terlalu umum atau hal-hal klise agar tidak membosankan.

[8] Buatlah kata-katamu bernyanyi.

Jangan biarkan kata-kata dalam lagumu hanya menempel, sebaiknya kata-kata tersebut menyatu dengan musiknya.

[9] Imbangkan antara repetisi dan variasi.

Repetisi adalah bagian lagu yang diulang untuk membuat lagu menjadi catchy dan meninggalkan memori di pendengar. Sedangkan variasi dibuat agar tidak membosankan.

[10] Pertajam “Hook.

Hook adalah bagian paling nyantol di telinga pendengar, yaitu bagian yang paling akan diingat oleh pendengar. Hook bisa muncul dalam melodi yang khas, ritmis yang khas, pengulangan bagian lagu, warna suara, dsb. Hook hanya bisa ditentukan oleh pendengar, karena hook  yang muncul bisa berbeda di tiap pendengar. Jangan terjebak; jangan terlalu fokus dalam membuat bagian lagu yang akan dijadikan hook, bisa-bisa bagian yang lain terbengkalai. Hook hanyalah satu dari beberapa aspek yang menjadikan lagu tersebut bagus.

[11] Jika sudah jadi lagunya, tampilkan!

Jangan hanya disimpan di lemari ya… Siapkan dengan latihan yang baik, yaitu pendalaman karya dengan diskusi dan eksekusi materi lagu.

[12] Cari masukan sebanyak mungkin.

Syukuri pujian yang masuk. Cermati kritik dan saran. Kritik dan saran paling penting untuk disimak, baru kemudian pujian di urutan berikutnya. Tiap pendengar mempunyai pendapat yang berbeda-beda, sangat menarik untuk disimak lho 🙂

[13] Jangan berhenti setelah punya karya.

Lanjutkan dengan karya-karya berikutnya!

Advertisements