Indonesia Discovery Box Project

The National Folk Museum (국립민속박물관) memiliki program The Culture Discovery Box yang bertujuan mempromosikan berbagai kebudayaan yang tersebar di dunia. Tahun ini Indonesia dipilih sebagai tema utamanya.

Pihak museum mengembangkan proyek Indonesia Discovery Box dan akan meluncurkan Indonesia Box. Proyek ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang budaya Indonesia khususnya kepada anak-anak, warga setempat, dan warga asing yang tinggal di Korea Selatan. Proyek ini diarahkan oleh Valentina Beatrix yang juga merupakan peserta CPI (Cultural Partnership Initiative) 2014.

Proyek ini dikemas berbentuk semacam lemari yang bisa dilipat ke samping. Setiap lipatan tampak depannya berukuran sekitar 1 m x 2 m. Box ini didesain sedemikian rupa sehingga anak-anak diharapkan dapat memahami budaya Indonesia dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Di kotak tersebut terdapat informasi singkat seperti bendera negara, baju adat, makanan khas, cerita anak, dan musik Indonesia. Semuanya diterangkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Korea dan bahasa Inggris.

Saya berpartisipasi dalam proyek ini untuk bagian musiknya. Bekerja sama dengan Iik Suryani, peserta CPI 2014 juga, kami merekam sebagian instrumen Indonesia. Kami hanya bisa menggunakan sebagian alat musik Indonesia karena keberadaannya di the National Folk Museum terbatas, sedangkan saya dan Iik Suryani juga tidak terlalu banyak membawa instrumen tradisional dari Indonesia.

Iik Suryani membawa beberapa aksesoris klothekan dan Suling Jawa, sedangkan saya membawa Saluang dan Siter Jawa. Kebetulan pihak museum memiliki beberapa instrumen aksesoris dan angklung.

Rekaman dilakukan di studio yang terletak dekat Universitas Dongguk pada 16 September 2014 pukul 16:00 waktu setempat. Untuk keperluan visual, kami memakai baju khas Indonesia pada saat rekaman. Saya memakai baju khas Minangkabau, sedangkan Iik Suryani memakai baju khas Jawa Tengah.

Khusus untuk rekaman angklung, Valentina hadir membantu karena dua orang saja tidak cukup untuk memainkannya. Ngomong-ngomong, semua pasti sudah tahu kalau membunyikan angklung itu mudah, tapi untuk memainkannya tidak mudah. Dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemain. Alhasil, walaupun memainkan secara spontan, kami pun harus melakukan beberapa kali take hanya untuk sebuah lagu pendek. Apalagi satu orang memegang dua sampai tiga buah angklung sekaligus. Haha…

Indonesia Discovery Box akan diluncurkan pada Selasa, 30 September 2014 pukul 15:00 waktu setempat di Children’s Education Hall, The National Folk Museum. Acara ini gratis. Teman-teman semua yang berada di Seoul kami harapkan untuk hadir di acara tersebut. Menurut kabar, akan ada sajian khas Indonesia salah satunya rendang.

Rencananya, kami juga akan memainkan lagu Tanah Air (yang pernah direkam oleh Jay & Gatra Wardaya tahun 2012 silam) dan lagu khas Korsel Arirang yang akan diaransemen dengan Saluang dan vokal khas Jawa Tengah.

NB: The National Folk Museum beralamat di Samcheong-ro 37, Jongno-gu, Seoul, Korea [서울시 종로구 삼청로 37 (110-820), www.nfm.go.kr]

(dari kiri ke kanan) Lee Eun Mi (The National Folk Museum), Valentina Beatrix, Iik Suryani, saya, dan Hyunjun Kim

Advertisements